Posts mit dem Label idee werden angezeigt. Alle Posts anzeigen
Posts mit dem Label idee werden angezeigt. Alle Posts anzeigen

Mittwoch, 27. April 2011

If You Could Change One Thing About Indonesia, What Would It Be and Why? How Would You Change It?

Indonesia is a big country which has many natural resources and human resources inside its border. Geographical position of Indonesia has opened many opportunities to do business and trading with another country. Lack of education quality makes a distance between Indonesian and those opportunities. Education quality improvements are really needed to solve that problem.
We have many ways to make a better Indonesia, the way I would like to choose is education. An education is really important to support the development of one nation. The core of a developed country is a good quality education.  Education quality in Indonesia hasn’t developed well; many points which have been stated by UNICEF about quality in education haven’t been fulfilled by Ministry of Education.
We need real steps to solve the lack of education quality problems. Firstly, we have to renovate old school buildings, and build a new one in every district. Many students in remote area can’t study well because the broken roofs. Secondly, we have to make a new curriculum which has a relevant content with basic skills, literacy, numeracy, skills for life, and knowledge about world’s problem. Thirdly, we have to do is developing a new learning process which teachers approach students with child-centered learning in well managed class rooms and school. The last step which has a big effect is education accessibility for all Indonesian. We need allocate a bigger budget for free education, so all of those concepts will be perceived by every Indonesian student.
Based on those problems and solutions that I have stated above, we realize the importance of education as a foundation of developed country. An education gives many opportunities to every child to achieve their dreams, to make a meaningful life, and humanize human. "Education's purpose is to replace an empty mind with an open one." – Malcolm Forbes.


adopted from:  English Assignment Essay - 2 ( original version without any revision )
lecture : Michael Early


Montag, 21. Februar 2011

Remarkable Indonesia

Indonesia is a big country which has thousands islands inside its border, supported by quantity of Indonesia human resources and natural resources, there's no doubt to achieve ' Tiger of Asia' in next several decades again. Optimistic to bring Indonesia be a remarkable Indonesia ( Indonesia Investment Coordinating Board's slogan) isn't grandiose dream. Indonesia can achieve that success, but before to achieve that target they have to improve and commit to make Good Governance inside Indonesian Government.

Bring Indonesia to be a Remarkable Indonesia isn't a pretty straight forward job, people have to understand their Indonesia position and condition right now. The Fund for Peace organization released Failed State Index 2010. In that index Indonesia achieved rank 61 from 177 countries which is Indonesia in Warning zone of Fail state. Indonesia is worse than China ( 62 ), Thailand (81), Vietnam (95), Malaysia ( 110 ), and Brunei (117) , I don't want compare with Singapore it's too far for us. Singapore isn't in Warning Zone, they are in Moderate Zone. But the good news Indonesia is better than Laos, Cambodia, Philippines, and East Timor. 

Based on that index, we can assume Indonesian government's seriousness in a poor situation compare to regional ( ASEAN ) condition. Indonesian people can't let these problems are growing up, and becoming worse. Indonesian people have to wake up and do anythings and can improve their Government. Every great country start from Good Governance. Simple way to start it, is opening way for everybody and every race of Indonesian Citizen to participate in political world. We must realize that every races ( Java, Ambon, Papua, Chinese, Batak, Sulawesi, etc ) have own local genius, if we can combine it, we can achieve it. Seriousness of government will bring Indonesia to be a better Indonesia, REMARKABLE INDONESIA.

One thing that I want to add before I close my little opinion about Indonesia is, before we can achieve Remarkable Indonesia we must do Good Governance as soon as possible. Foundation before we do Good Governance is Integrity. Be a people who has integrity in life.

Thank You.







Samstag, 8. Januar 2011

Feminisme di Benak Saya

Beberapa hari yang lalu saya secara tak sengaja melihat artikel di Kompas.com mengenai Pria Feminis. Saya membacanya dan coba memahami seperti apa pria feminis itu, yang jelas bukan pria feminim. Ketika selesai membaca itu ketertarikan saya untuk mencari tahu apa sebenarnya feminisme itu pun muncul, ada 3 sumber yang menjadi acuan saya mengenai pemahaman arti dari Feminisme itu sendiri :

  • Oxford Little Dictionary : "Advocacy of Women's right and sexual equality "
  • Wikipedia.org : " Movement aimed at establishing and defending equal political, economic, and social rights and equal opportunities for women."
  • Presentasi Prodi Kajian Wanita Program Master UI ( kesimpulan Feminisme Liberal ) :         " Pergerakan / Advokasi yang dilakukan untuk membebaskan laki2 dan perempuan dari kandang maskulinitas dan feminisitas dalam bentuk monoandrogini dan poliandrogini"
Setelah saya mencoba untuk memahami apa itu Feminisme, Saya merasa bahwa di kehidupan saya pun saya melihat masalah-masalah antara pria-wanita yang menyinggung emansipasi dan feminisme itu sendiri. 
  1. Lemahnya kesadaran wanita bahwa mereka memiliki hak-hak yang mereka patut di perjuangkan. Beberapa wanita yang saya temui ada yang sadar akan haknya terhadap pria, tapi ada beberapa wanita pula yang tidak menyadarinya dan seakan-akan diperdaya oleh pria. Kurangnya kesadaran wanita ( well educated women ) mengenai hak-hak untuk setara dengan pria telah membawa petaka bagi mereka saat ini dan kelak. Wanita yang tidak mampu berdiri sendiri tanpa seorang pria , akan memiliki kecenderungan untuk membutuhkan pria kapan pun, dan sangat mendambakan kehadiran pria, istilahnya 'kebelet'. Ketika pria itu berhasil menguasai dan mendapatkan hati wanita itu, wanita itu mau diperdaya dan dikendalikan untuk membatasi pergerakan dan relasi wanitanya. Wanita yang tidak sadar akan hak-hak itu akan menyetujuinya karena alasan dialah yg kekasih saya, dia yang memiliki saya, walau baru sepatas pacar.
  2. Kurangnya kesadaran pria yang menganggap bahwa wanita adalah partner hidup. Umumnya pria memandang wanita sebagai objek semata demi kepuasan duniawi.  Kurangnya kontribusi pria untuk menyadari hak-hak wanita telah memperburuk kondisi wanita tersebut. Tindakan pria akan berdasarkan hati dan keinginannya(tidak mempedulikan hak-hak dasar wanita tersebut seperti bebas bersuara, bebas berserikat/berkumpul, bebas mengambil keputusan, dan sebagainya) merupakan hal yang sering kita lihat di sekitar kita.
  3. Penekanan bahwa pria-wanita sederajat dan memiliki hak yang sama masih minim ditingkatan pendidikan dasar sampai menengah. Pendidikan adalah modal dasar untuk mengubah masyarakat, jika dari awal sudah ditekankan bahwa pria-wanita sederajat, dan wanita juga memiliki hak sama dengan pria maka dapat dipastikan budaya 'wanita dijajah pria sejak dulu kala ' akan terminimalisir setahap demi setahap.
Demikian 3 permasalahan utama yang saya lihat disekitar saya mengenai itu.. 

Saya pribadi percaya bahwa pria-wanita merupakan mahkluk hidup yang sederajat. Wanita diciptakan oleh Tuhan melalui tulang rusuk sang pria bagi saya pribadi melambangkan wanita adalah pendamping hidup pria, yang mengisi kekurangan pria, bukan menjadi budak dan objek pria. 
Wanita seharusnya menyadari bahwa mereka memiliki hak dan harus berani untuk mengutarakan hak-hak mereka ke pria walaupun itu kekasihnya. Saya yakin bahwa pria dapat memahami hak-hak pasangannya, jika pria itu memiliki pemikiran terbuka. Pria yang mampu menjadi seorang pria feminis, dan mampu memahami serta menjalani hak-hak wanitanya adalah seorang pria yang terdidik secara baik. Mereka  menyadari bahwa wanita adalah pelengkap mereka, banyak hal yang tak dapat dilakukan pria mampu dilakukan wanita. Saya percaya bahwa jika pria dan wanita bekerja sama maka mereka akan membentuk dan menghasilkan suatu produk yang baik dan semakin sempurna. Hal itu terjadi karena proses yang diisi dan dijalani oleh 2 insan yang memilik pandangan berbeda akan membentuk suatu produk yang semakin matang. 
Sebagai contoh jika kita ingin membuat rumah dan seoranhg suami-istri bekerja sama untuk memikirkan design,struktur,dan interior rumah tersebut maka hasilnya akan jauh lebih baik ketimbang satu pihak yang bekerja. Mungkin pria dapat melihat bahwa struktur rumah harus memiliki karakteristik tertentu seperti safe, kuat, tahan gempa, aliran air berjalan sempurna( tidak ada genangan), saluran yang lancar, dsbnya. Wanita dapat mengisi hal yang tak dapat terjamaha oleh pikiran pria seperti tata letak sofa, warna cat, warna furniture, hiasan rumah, design rumah mau minimalis atau mediterania atau art deco.. d

Dari hal diatas saya membuat kesimpulan, bahwa jika pria dan wanita mampu saling menghargai hak-hak mereka akan terbentuk hubungan harmonis dan saling berkesinambungan. Permasalahan apapun dapat diselesaikan menjadi lebih baik...

( Saya menulis ini sebagai wujud keprihatinan saya melihat wanita-wanita disekitar saya tidak mampu mandiri tanpa pria, dan terlalu manja sehingga tak sadar realita yang harus dihadapi. Saya pun berharap romantisme pasangan tidak luntur dalam proses saling menghargai ini...)



Donnerstag, 28. Oktober 2010

Sumpah Pemuda

Today is 28th October, 82 years ago young people come from around Indonesia  come to one place, and make 3 oath, and we called this oaths as Sumpah Pemuda. I will type it again in Indonesian, just want remembering you about this.

Sumpah Pemuda
1. Kami Putera dan Puteri Indonesia mengaku bertanah air satu, Tanah Air Indonesia
2. Kami Putera dan Puteri Indonesia mengaku berbangsa satu Bangsa Indonesia.
3. Kami Putera dan Puteri Indonesia menjunjung bahasa persatuan , Bahasa Indonesia.

Sumpah Pemuda is very memorable moment in my mind, when I was studying in Primary School, Sumpah Pemuda ceremony is the first time for me to be active in ceremonial ( petugas upacara ). I read  Sumpah Pemuda text in front of my friends. That's very amazing moment, I really like it. Year by year I realize what I read when I was kid is my future responsibility as young generation of Indonesia.

We are teenager from all province in Indonesia have to realize and do that oath. I want to ask to myself and all of you who read my blog and feel still young people.

What have you contributed to Indonesia until today ? ...

For me, I haven't contributed anything to my beloved country. I love Indonesia even I'm chinese but I love Indonesia. I haven't done anything for Indonesia. I haven't done a big / massive effect for Indonesia, but I've done many small things.  I think if we want contribute ourselves to our beloved country, we have many simple ways everyday to contribute . What are that ? I tell what I've done, and my big hopes are you can do that too.

1. I write many topic about Indonesia in my blog ( but I realize many private business I've told in my blog ). I share what I feel and think to all of you in my blog about Indonesia. I just want make all of you can realize that we have responsible, I'm raising your awareness about Indonesia, because I can't improve Indonesia by myself, I need all of you ( minimum my blog readers )

2. I do what I believe that is true, and my parameter is ethics and norms. Just do simple things like be honest, polite on the road, and etc. But the most important thing is Honesty. Honesty is a thing that we have to work hard to find that. If we be honest to my friend and all people around us, I believe that corruption can be eliminate step by step.

Ok, I think that's enough, I realize what I write doesn't good at all, because now I live in BSD and my university life is busy, so I don't have many time to think about Indonesia, but I always try to know what happens in Jakarta, in Indonesia, in the world.

Let's Pray for Indonesia, and work for our beloved country, INDONESIA !

Montag, 19. Juli 2010

Stagnasi Jakarta

Pagi ini, baru baca aja Kompas segmen Metropolitan. Segmen itu berjudul Stagnasi Datang Lebih Cepat .
Membaca artikel itu, jelas rasa-rasanya ini memang kenyataan yang patut diwaspadai. Kemacetan total Jakarta datang lebih cepat. Dulu kita mendengar bahwa kemacetan total Jakarta akan terjadi pada tahun 2015, tetapi melihat kondisi sekarang menjadi tahun 2012.

Fakta mengenai kondisi transportasi Jakarta saat ini :
  • Jumlah motor : 4,3 Juta unit ( 986 unit / hari )
  • Jumlah mobil : 2,4 Juta unit  (186 unit/hari )
  • Total kendaraan pribadi : 6,7 juta unit ( 1.172 unit/ hari )
  •  Kebutuhan perjalanan : 20,7 juta perjalanan / hari ( 2009 data )
  • Mass Transport : 91.082 unit
  • Rasio pengguna kendaraan pribadi dan mass transport : 44% dan 56%
  • Porsi penumpang KA : 3%
  • Panjang jalan : 7.650km
  • Luas jalan : 40,km persegi
  • Pertumbuhan kendaraan : 8%
  • Pertumbuhan jalanan : 0,01 %
Fakta yang tidak merupakan tanda baik untuk kedepan sepertinya..

Solusi apa yang kita bisa lakukan saat ini, Pemerintah DKI Jakarta sepertinya belum bisa menyelesaikan ini dengan cepat, entah kenapa alasannya tidak penting, intinya mereka tidak qualified mengenai tata kota dan tata kelola Jakarta, jadi kita masyarakat Jakarta dan sekitarnya yang harus lebih responsif.

Beruntung, gue sekitar beberapa minggu yang lalu mengikuti magang di daerah Kuningan, gw bersyukur karena dengan gue magang di salah satu daerah termacet di Jakarta gue sadar Jakarta makin parah. Baru 3 hari gue mengalami macet ria itu, langsung gw membuat kesimpulan :
OKE, GUE GAK AKAN KERJA DI JAKARTA, JIKA SISTEM TRANSPORTASI DI JAKARTA TIDAK DIBENAHI. JALANAN DI JAKARTA ITU TIDAK MANUSIAWI, DAN MEMBUAT MASYARAKAT JAKARTA TIDAK PRODUKTIF KARENA HARUS MELEWATI WAKTU DI JALAN SEKITAR 3- 5 JAM PER HARINYA.
Sederhana kan kesimpulannya. Pasti banyak yang bertanya -tanya kenapa gak lo merubahnya , kenapa lo harus kabur?

Gue suka naik kendaraan umum, gue suka memakai pedestrian, gue tertib berkendara, hampir 80% keatas selama perjalan gw tidak melanggar peraturan lalu lintas .

Tapi pertanyannya adalah... apa iya di Jakarta ada transportasi umum yang memadahi? Setau gw di Jakarta itu sebagian besar isinya cuma besi tua / rongsokan yang bisa berjalan itu aja yang ada. Ketika pulang kerja manusia udh ditumpuk dijejelin gak jauh beda kayak hewan yang mau dibawa ke tempat penjagalan. Gue alami itu ketika gue sekolah dan magang.

Lalu, apakah pedestrian / trotoar di Jakarta sudah memadahi? Setau gw hak - hak pejalan kaki selalu dilanggar dan direbut. MEREKA YANG MEMAKAI KENDARAAN RODA DUA YANG SERING MEREBUT HAK PEJALAN KAKI. Lalu ketika kita menyebrang di zebra cross adakah pengendara yang mau memperlambat kendarannya mengizinkan kami lewat? Padahal kita di zebra cross loh, beda ketika kita tidak menyebrang di zebra cross, menurut gw kalo kt gak nyebrang di zebra cross mati ketabrak sih kita yang salah.

Mungkin diantara kalian ada yang mikir, kenapa gak pindah ke motor aja kalau emang stres atau capek bawa mobil?

Gak itu bukan solusi jangka panjang, itu sebuah solusi konvensional yang menurut gw sudah tidak pas untuk saat ini. Pindah ke motor dari mobil bahkan dari kendaraan umum sama saja menambah polusi , dan pastinya kita harus merogoh kocek lagi untuk biaya maintenance, pajak, dan bensin, belum lagi menghitung kerugia kesehatan kita kedepan karena polusinya.

Oke itu unek unek gue, tapi gue gak cuma menumpahkan uneg uneg aja , gue tawarkan solusi di kepala gue yang pastinya belum diteliti lebih lanjut, dan butuh pengembangan dari berbagai sisi.

Solusi 1 :
Pemerintah kota Jakarta menarik seluruh Kopaja, Metro mini, dan Angkot dari peredaran. Bentuk sebuah Perusahaan yang 50% milik swasta dan 50% milik pemerintah atau terserah berapa persen. Teralu banyak pemilik/ kepala yang memiliki armada transportasi umum semakin sulit untuk mengelolanya, itu faktanya saat ini. Perusahaan itu bertanggung jawab penuh pada perawatan, rute, dan tarif . Perusahaan transportasi itu perlu memiliki PUSDIKLAT atau bahasa kerennya Training Center yang melatih supir,kondektur, petugas keamanan ( kita perlu kondektur karena masyarakat Indonesia belum biasa jujur dan disiplin kalau membayar sendiri ). SDM bisa diambil dari supir yang sudah ada, tinggal di latih dan harus ada penentuan kriteria kelulusannya.
Pembayaran dan penggajian SDM perlu dirubah dari sistem setoran menjadi sistem jarak/ argo ( ini murni ide gw yg baru kepikir 5 menit yg lalu ). Jadi si supir bus dan teman-temannya di gaji berdasar kilometer yang ditempuh, yang di mana ada batas minimal kilometer dan kriteria jarak untuk besarnya gaji ( pay by distance ).
Para supir harus mau berhenti di halte saja, karena dengan sistem kilometer si supir tidak harus cari penumpang sebanyak-banyaknya. Resikonya pemerintah harus mendirikan halte di berbagai jalan Jakarta dalam jarak 500m- 1,5 km ( kalau jalannya kecil misal komplek perumahan tidak perlu dibangun halte karena yang masuk ke daerah kecil pasti angkot ) . Adanya bus yang hanya berhenti di halte dan jarak antar halte bersifatnya menengah kita bisa membuat masyarakat yang bekerja di Jakarta menjadi lebih sehat karena pasti berjalan 10.000 langkah perhari bukan?

Oke itu konsep yang baru benar-benar gambaran umum. pastinya diatas juga bisa dibangun monorail, LRT ,MRT ) Nah  sekarang solusi kedua

Solusi 2 :
Pemerintah DKI tidak dapat mengucurkan APBD untuk memperbaiki sistem transportasi, kita harus memulai dari para pengusaha. Sistem kerja di kantor harus dirubah menjadi by wire  di mana semua melalui koneksi internet, resikonya provider internet di Indonesia dan Depkominfo harus membangun infrastruktur internet agar lebih cepat. Semua bekerja boleh di mana pun rumah, toilet, cafe atau di mana pun. Peraturan jam kerja masuk dirubah menjadi jam berapa dia masuk server perusahaan. Untuk mengurangi kecurangan, perusahaan harus menyediakan alat pembaca chip ID karyawan atau finger print di setiap laptop atau PC. Mungkin tidak semua divisi / karyawan bisa seperti ini, tapi kita bisa mengurangi beberapa puluh persen jumlah pengendara sehingga mereka tidak harus ke kantor dan membuat waktu, bahkan harus mandi dan berantem sama keluarga pagi-pagi karena telat bangunnya.
Apa keuntungan dari sistem ini :
  • Polusi dari kendaraan motor berkurang, 
  • waktu karyawan untuk keluarga lebih banyak,
  • karyawan lebih produktif, 
  • perusahaan bisa berhemat untuk mengurangi luas kantor yang di sewa, 
  • mengurangi akomodasi transportasi
  • karyawan bisa lebih hemat, karena makan di rumah.
Kerugian sistem by wire :
  • Rentan terhadap gangguan koneksi internet
  • Perusahaan harus menyediakan internet ke setiap karyawan ( misal memakai Telkom Flash atau SMART ), beruntung kalau setiap karyawan sudah punya internet yang cepat di rumahnya.
  • Pemerintah harus membangun infrastruktur internet agar lebih cepat
  • Sulitnya melakukan koordinasi jika ada masalah mendesak perusahaan ( tapi ini bisa diatasi dengan memakai teleconfrence by phone, BBM, atau Skype tinggal pembiasaan masyarakat )
Jika salah Solusi 1 bisa diterapkan, kita tidak usah memakai Solusi 2, karena volume kendaraan menurut saya akan berkurang dalam beberapa bulan.
Yang harus dilakukan jika solusi 1 telah diterapkan :
  • pemberlakuan pajak kendaraan setinggi-tingginya, 
  • penghapusan subsidi BBM bagi kendaraan pribadi ( kecuali kendaraan boks / truk yang membawa logistik makanan atau apapun )
  • Dibangunnya tempat parkir publik agar daerah seperti Tangerang, Depok, Bekasi, Bogor bisa parkir di parking lot dan naik kendaraan umum ke kantornya
  • sangat diperbolehkan membangun jalur sepeda.
Jika sistem transportasi sudah baik ( aman dan nyaman ) karyawan dapat berkerja produktif, dan jangan lupa semakin banyak turis yang mau ke Jakarta dan menambah devisa.

Jangan lupa juga, bahwa pengadaan dan pembangunan fasilitas dan armada kendaraan umum memakai bahan- bahan lokal dan tenaga lokal, dan tidak ada korupsi, jelas itu menghemat biaya untuk perubahan itu.
    Oke demikian  unek unek dan solusi yang gue tawarkan secara gratis kepada para pembaca gue. Bersyukur banget gue kalau Bapak Fauzi Bowo membaca blog gw, dan mengadaptasi konsep yang sederhana ini. Haha. Ayo kita buat Jakarta lebih baik!

    Samstag, 10. Juli 2010

    media pencuci otak itu adalah televisi

    Ariel, Cut Tari, Luna, 3 nama yang sering mencuat di media khususnya media televisi dalam waktu 1,5 bulan ini. Begitu gencarnya media memberitakan kasus / skandal video porno ini. Masyarakat pun banyak yang menonton video porno itu.

    Kasus Ariel itupun, pasti disambut gembira oleh Pemerintah dan Polri. Mereka menyambut dengan gegap gempita, karena sebuah kasus yang sering diberitakan oleh media massa, akan membuat masyarakat lupa akan kasus-kasus yang belum selesai, tindakan para birokrat kepada Susno dan KPK tidak terdengar sekencang dulu. Isu masyarakat teralih oleh berita yang sangat tidak penting itu, yaitu video porno.

    Betapa tidak pentingnya pemberitaan itu, itu urusan privacy orang, dan kebocoran peredaran video itu, seharusnya tidak usah digembar gemborkan. Mengapa ? karena banyak orang orang yang melihat pemeberitaan itu menjadi ingin tahu.

    Ingat! masyarakat kita itu banyak menganggur, sehingga akan muncul pikiran iseng dan mencari cari video itu di internet. Masyarakat kita belum terdidik dan bermoral secara merata, sehingga video video jenis itu mudah mempengaruhi isi kepala mereka.

    Betapa tidak pentingnya dan tidak berguna pemberitaan kasus itu secara berlebih-lebihan..

    Besar harapan saya, kelak ( generasi berikutnya mungkin, generasi muda sekarang ) media televisi secara keseluruhan memberi kontribusi besar bagi pendidikan masyarakat kita. TV adalah media hiburan yang cukup murah dan sangat efektif untuk mempengaruhi isi otak masyarakat, khususnya masyarakat pedesaan yang tidak terdidik secara baik.
    Mendidik masyarakat agar lebih cerdas itu harus menjadi salah satu objective setiap media, kita bisa contoh salah satu TV yang menurut saya mencerdaskan dan mengkritiskan pikiran masyarakat Indonesia yaitu Metro TV.
    Kurangilah sinetron/tayangan yang penuh kekerasan dan hal negatif, buatlah tayangan / sinetron yang mencerdaskan masyarakat, mendewasakan masyarakat, membuka wawasan masyarakat.

    Pendidikan formal mahal, TV jalan terbaik, termurah, dan terefektif dalam mencerdaskan otak masyarakat.

    Saya yakin, kalian praktisi media adalah orang-orang kreatif. Usaha anda untuk membuat tayangan yang menarik dan mendidik ( intelektual, budaya, dan moral ). Belajar itu menarik, belajar itu menyenangkan, asal dikemas secara menarik..

    blok a raffles hills

    Kali ini gw akan membahas mengenai perkembangan blok A di perumahan gw, yang di mana blok ini merupakan tempat gw tinggal.

    Perumahaan ini , dan blok A sebenarnya sudah belasan tahun eksis di daerah cibubur, kemungkinan besar apa tahun 1990-an ebelum krisis menghempas perekonomian Indonesia. Jaman orde baru, perumahan ini berganti nama dari yang sebelumnya Raffles Hills, menjadi Bukit Raflesia, dan pasca reformasi perumahan ini berganti kembali mejadi Raffles Hills. 

    Blok A, merupakan salah satu blok terkecil diperumahan ini, kecil karena ukuran, bukan karena populasi. For your info, kekerabatan tetangga di blok ini sebenarnya baru terasa pasca tahun 2006, ketika kepengurusan RT baru terebntuk, sebelumnya hanya sebatas Paguyuban Blok A, yang di mana umumnya para expat dari Korea tinggal di sini.

    Seiring berjalannya waktu WNI mulai merambah daerah Cibubur dan merupakan populasi yang cukup padat.

    Tahun ini, blok A memiliki ketua RT baru, cukup muda umurnya. Dia adalah seorang konsultan arsitektur alumni Universitas Parahyangan. Sebagai ketua RT yang baru dia memiliki orientasi yang jelas. Wawasannya mengenai tata letak / design serta UU Ketenagakerjaan membuat perubahan yang cukup signifikan dalam beberapa bulan ini.

    Kebijakan yang paling terasa adalah digantikannya pohon2 akar tunggang dengan pohon akar serabut ( ada suatu pohon yg akarnya serabut tp daunnya dikit, serta teduh juga ), dan pastinya para Satpam mendapat gaji sebesar UMR kota Depok..

    Hal yang gw bisa lihat / pelajari dari kebijakan dia adalah, berkecimpung dalam sebuah masyarakat terlebih ketika kita memiliki suatu posisi strategis di masyarakat itu haruslah digunakan secara maksimal dan tepat.
    Saya yakin si Arsitek itu memiliki sejuta ide untuk membentuk blok ini dengan baik. Mulai dari hal yang bersifat natural seperti pohon, atau mungkin nanti ada kebijakan lain. Kita pun kelak dengan ilmu yang kita dapat, harus mampu memberi kontribusi ke masyarakat dalam rangka Personal Social Responsibility ( kalo perusahaan kan CSR , Corporate Social Responsibility ) sehingga ilmu kita tidak sia sia... Man / Woman for Others!

    Dienstag, 6. Juli 2010

    Pengemis

    Kembali lagi gw membahas pengemis, kali ini gw membahas mengenai finansial si pengemis itu sendiri.

    Iseng iseng googling mengenai pendapatanpengemis ternyata rasio pendapatan pengemis kota besar (khususnya kota besar seperti DKI Jakarta ) berkisar Rp, 1,3 juta hingga 3,5 juta rupiah. Bahkan kota Pangkal Pinang konon bisa Rp 9 juta rupiah. Tetapi kita mengambil data pada kisaran 1,3 hingga 3,5 juta rupiah, kita ambil titik tengahnya 2,4 juta rupiah.

    Jika kita memukul rata bahwa pendapatan pengemis berkisat Rp 2.400.000/bulan maka perhari ( mereka kerja 1 bulan fulltime ) sebesar Rp 80.000 / hari .

    Wow angka yang fantastis, bahkan gw yang magang gak pernah menyentuh angka sebesar itu.

    Rp 80.000/ hari itu untuk satu orang. Berdasar data Badan Pusat Statistik populasi pengemis di Jakarta berjumlah 17.000 jiwa yang tersebar di 72 titik. Data ini diambil tahun lalu, kita bulatkan saja jadi 20.000 jiwa ya... biar lebih mudah dalam penghitungan.

    jika 20.000 pengemis profesional maupun amatiran itu memperoleh Rp 80.000 per hari, berarti masyarakat Jakarta telah menggelontorkan dana sebesar Rp 48.000.000.000 per bulan untuk mereka. Hmm angka yang fantastis. 

    48 Milyar kita setorkan mereka, dan kalau bulan Ramadhan mungkin angka itu meningkat 50-100 %.

    jika mereka memperoleh 2,4 juta perbulan itu diatas gaji para pramusaji di restoran, dan mungkin diatas para buruh pabrik. 
    Penghasilan para pengemis kurang lebih 2,5x lebih besar dari UMR 2010 Jakarta yang sebesar
    Rp 972.604,80
     
    jadi, pikirkan kembali matang matang ketika anda mau memberikan sedekah secara langsung ke mereka, sudah tepat apa belum? Meracuni mental mereka apa tidak ? Bersedekahlah secara tepat, dengan institusi yang transparan dan kredibel.

    Sonntag, 20. Juni 2010

    Masyarakat Hip Hip Hura

    Masyarakat Hip Hip Hura... itu yang terlintas dari kepala gw untuk mendeskripsikan masyarakat Indonesia ( khususnya Jakarta ) secara umum untuk saat ini. Mengapa gw menyebut masyarakat kita sebagai masyrakat hip hip hura ?

    Sebelum dilanjutkan kita luruskan dulu apa itu Hip Hip Hura. Dalam pandangan gw, Hip Hip Hura adalah sebuah aktivitas yang berkesan heboh, meriah, menarik, atraktif...hmm menarik ya ?

    Tapi sebenarnya tidak untuk masyarakat kita...


    Menjadi keprihatinan saya, sebagai generasi muda melihat budaya masyarakat kita yang hanya suka mengkonsumsi. Mengkonsumsi apapun baik barang, makanan, hiburan, bahkan olahraga. Ya, semuanya hanya pada batas konsumsi.

    Beberapa hari yang lalu saya berada di sebuah pusat perbelanjaan terkemuka di Jakarta, yang di mana tampil Circus dari sebuah negara komunis. Penonton begitu antusias menonton pertunjukan itu, dan seakan-akan pengunjung Mall tersebut terkonsentrasi di satu titik, menyaksikan dan mengagumi penampilan sirkus itu. Hmm Jakarta pada tahun 2010 ini sedang getol getolnya dihampiri oleh Circus Show dari berbagai negara.  Seperti bisa ditebak masyrakat Jakarta menyambut dengan antusias dan penuh kagum. Semua orang kagum melihat penampilan itu, ya saya yakin pasti itu menakjubkan karena saya pernah lihat walau hanya 2x.

    Tapi apakah anda pernah berfikir, Kapan kita bisa sehebat mereka ? Pernah terpikir? Yang saya sering dengar malah. " Ahh, mana bisa Indonesia begini " hmm memalukan! anda melempari kotoran kemuka anda sendiri, ke bangsa anda sendiri. Menghujat bangsa sendiri, dan lepas tangan tak mau memperbaikinya.
    Ya masyarakat Hip Hip Hura.Masyrakat yang hanya bisa menikmati suatu hal dengan begitu antusias, tapi tidak bisa memproduksi apapun yang bisa dikenal dunia secara luas.

    Contoh lainnya adalah World Cup. Menurut saya Indonesia sangat antusias menyambut World Cup 2010 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Republik Afrika Selatan - FIFA. Antusias sekali masyarakat kita menyambut perhelatan bola sejagat itu. Kita semua rela tidur pagi demi menonton tim tim kesayangan kita ( gw akui kadang gw suka seperti itu ). Lalu apa hasilnya ? Jelas bagi kalian yang bekerja akan menurunkan produktifitas dan kinerja kalian. Lalu berdampak pada menurunnya performa Perusahaan, dan berdampak pada menurunnya aktifitas / kinerja Ekonomi Indonesia ( lebay ya? tapi itu lah efek domino, nah sadarkan begitu penting individu2 itu bkn? haha )

    Tetapi dalam bidang Olahraga kita masih lebih baik pemikirannya ketimbang sirkus tadi, masih banyak suara yang berharap kelak kita bisa ikut tampil dan berkompetisi di Piala Dunia.

    Intinya, kita jangan  menjadi masyarakat yang hanya bisa mengkonsumsi terus menerus. Masyarakat Indonesia sangat saya dukung melakukan kegiatan konsumsi dalam skala masif, tetapi kegiatan produksinya pun harus lebih masif daripada konsumsi. Bila masyarakat Indonesia bisa mengkonsumsi dan produksi secara berimbang, saya yakin kelak jika kita menghadapi embargo dan perubahan harga komoditas dunia kita masih stabil.
    Jadilah masyarakat yang mandiri dan percaya diri...............

    "Walau begitu, saya bangga generasi muda sekarang mulai berani memproduksi karya-karya ( seni khususnya ) mereka secara mandiri dan kreatif. Mereka tidak hanya mengkonsumsi berbagai karya karya orang lain, tapi mempelajari dan mencoba menciptakan yang lebih baik lagi...."




    Samstag, 19. Juni 2010

    Indonesia dan Facebook

    Telat mungkin rasanya jika membahas facebook sekarang, apalagi sekarang sangat booming yang namanya twitter. Oke, gw menulis ini karena baru saja membaca article berjudul Rekor Indonesia di Facebook Kagum atau Sedih yang di muat dalam Garuda Inflight Magazine edisi Juni 2010. Penulis article adalah seorang Chairman Frontier Consulting Group.

    Oke kita mulai,

    Sebagai kita tahu, Indonesia memiliki masyarakat yang suka untuk berkomunitas. Mereka suka berkumpul, mengobrol, bercanda, dan saling berbagi dengan orang orang dalam satu kelompok adalah kebudayaan pada sebagian besar masyarakat Indonesia.
    Jadi sangatlah wajar ketika Facebook dikenal masyarakat Indonesia, secara cepat situs jejaring sosial itu diminati masyarakat.

    Sebagai informasi tambahan pada tahun akhir 2008 Indonesia menduduki posisi 15 dunia sebagai negara pemakai Facebook. Pada Juli 2009 menyalip di posisi 7 dunia, yang di mana sepanjang tahun 2009 pertumbuhan Facebookers Indonesia mencapai 1000%. Hingga akhirnya April 2010 Indonesia menduduki posisi 3 dunia, dibawah Amerika dan Inggris.

    Facebook di Indonesia merupakan situs yang paling banyak di akses.  Di negara negara maju yang masyarakatnya produktif seperti Amerika, Singapore, UK, Jerman terbiasa untuk mencari informasi, dan Google lah yang menjadi pilihan mereka untuk diakses.

    Adanya fenomena boomingnya facebook sebagai media komunikasi dan sosial, jelas membuka peluang para pelaku bisnis, usaha , bahkan tokoh politik pun melakukan promosi dan pemasaran produk - produk yang ada ( hal ini sempat gw pikirkan sebagai media promosi Gonzfest tapi sayangnya biaya yg dibutuhkan ckup besar, dan pake credit card siapa pula..)

    Hal ini jelas pasti akan meguntukan Facebook Inc. yang terus menerus mendapat arus dana dari para pelaku bisnis di mancanegara. Jika Indonesia menyumbang pelanggan loyal sebanyak 4% dan kalau diasumsikan bahwa Customer Lifetime Value dari pelanggan Indonesia sama dengan negara lainnya makan konsumen Indonesia menyumbang (4% x Rp150 T) Rp 6 Trilliun. Sama seperti kasus century. Uang yang tanpa kita sadari keluar dari negara kita untuk media promosi.

    Nah, ini juga menjadi alasan China sepertinya untuk menutup Google dan Facebook di negerinya. Alasan bahwa dia sadar dengan besarnya penduduk China menjadi ladang uang yang besar bagi Facebook untuk meraih keuntungan dari China. China tidak mau kehilangan Triliunan uang dari negaranya karena sebuah situs jejaring sosial yang menawarkan space iklan. Intinya mereka tidak mau membuat perputaran uang menjadi banyak keluar dari negaranya. Jadi, alasan China untuk sedikit tertutup di dunia maya juga memiliki alasan ekonomi di samping alasan politik dalam menjaga stabilitas nasional.

    Pada akhir kata, kita masyarakat Indonesia harus berhenti kagum dengan prestasi kita di Facebook ( mungkin juga Twitter ). Kita perlu mengubah sikap kita, dari bangsa yang konsumtif dan sebagai objek komunikasi menjadi bangsa yang produktif dan Inovatif.

    Samstag, 2. Januar 2010

    Refleksi dari Sebuah Perjalanan Panjang

    Liburan akhir tahun, di mana orang- orang menikmati untuk bersantai, buat saya sudah tidak lagi. Liburan yang saya harapkan membuat otak saya meninggalkan realita, ternyata tidak sama sekali. Melihat kembali sebuah realitas kemajuan negara lain, dan ketertinggalan negara ini membuat hari2 tersebut gelisah terus menerus.

    Kemajuan yang pesat kulihat dari kota itu, gila bisa dibilang melebihi NYC, dan listrik yg dipakai ratusan ribu watt, lalu aku bertanya dari mana mereka mendapat listrik itu? INDONESIA! INDONESIA MEMASOK BATU BARA UNTUK PLTU NEGARA TERSEBUT 24 JAM NONSTOP. Kapal2 tongkang melewati sungai2 membawa batu bara, terlebih beberapa bulan yang lalu BUMI RESOURCES harus memasok 10 thn batu bara ke negara tsb karen tidak mampu melunasi pembayaran.ckckckck.  Indonesia kekurangan listrik, sedangkan mereka berlimpah dengan kekayaan alam kita.

    Kota itu terus menerus membangun, dan ku percaya akan menjadi raksasa. gedung2 80% bertingkat diatas 40 lantai, pembangunan bisa diblang nonstop 24 jam pagi siang malam terus ada pekerjaan proyek..

    KAPAN NEGARA KITA BISA SEPERTI ITU? APAKAH BISA? BAGAIMANA CARANYA?

    Bisa negara kita seperti itu, terus menerus berfikir apa yang harus ku lakukan. 
    aku menemukan jawabannya. KIta generasi muda, untuk saat ini kita belajar yang sungguh serap ilmu sebanyak2nya, kita pertahanankan idealisme, impian, dan cita2 besar kita sesuai bidang kita masing. Kita sama2 memiliki tujuan sukses dibidang masing2, tanpa menjadi kuli bangsa asing,tanpa menjual aset negara kita, kita memanfaatkan seluruh kemampuan kita, kita bangun negara kita..
    Bagi mereka yang mau masuk pemerintahan dan berkiprah di dalammnya, janganlah selewengkan uang rakyat. MENJADI PEMIMPIN BERARTI MENJADI PELAYAN, KITA MELAYANI MASYRAKAT, KITA ( PEMERINTAHAN ) HIDUP DARI PAJAK RAKYAT, MEREKA MEMBAYAR KITA UNTUK BEKERJA YANG BENAR UNTUK MEREKA. JANGAN SAMPAI RAKYAT MARAH, VOX POPULI VOX DEI

    Kalau anda bertanya apa yang dimiliki Indonesia untuk menjadi raksasa dan apa kekurangan kita saya coba jabarkan dengan pengetahuan saya ini.

    Kelebihan Indonesia
    1. Dikelilingin oleh lautan yang memungkinkan melakukan transportasi laut untuk perdagangan
    2. Memiliki kekayaan alam yang melimpah, dan potensi hutan produksi yang baik.
    3. Kebudayaan yang beragam bisa menjadi objek pariwisita yang menarik.
    4. Masih melekatnya kebudayaaan suku2 purba seperti Baduy, Asmat, bisa menjadi objek pariwisata
    5. Keindahan alam yang bisa menjadi objek pariwisata.
    6. Keadaan tropis sehingga memudahkan beraktivitas di outdoor selama 1 tahun ( tdk seprti negara 4 musim )
    7. Makanan yang memiliki ragam dari yang mengandung babi dan tidak
    8. Jumlah populasi yang besar sehingga bisa digunakan sebagai tenaga kerja yang murah sehingga mampu mengurangi biaya produksi ( kenyataannya tidak, ini pemerintah masih banyak membebani buruh atau buruh kebanyakan minta )
    9. Masyarakat yang dpt dikatakan ramah dan socialable membuat tourist menjadi nyaman.
    10. Memiliki landasan terbang di berbagai daerah, sehingga mudah untuk transportasi ( harus diperbaiki untuk beberapa daerah tertinggal )

    Kekurangan Indonesia :
    1. Manajemen pemerintahan yang buruk, karena masih bermental terjajah
    2. Budaya konsumtif yang buruk dikarenakan masih mendewakan produk impor
    3. Kebijakan pemerintah yang lebih pro dengan asing ( dodol juga sih )
    4. Belum memiliki rasa PERCAYA DIRI dengan kemampuannya
    5. Terlalu banyak meberikan toleransi terhadap kesalahan apapun, kita harus mulai mengenal istilah ZERO TOLERANCE( tegas )
    6. Para stake holder lebih mementingkan kepentingan mereka, mereka seharusnya sadar dgn posisi mereka bahwa negara ini butuh perhatian khusus.
    7. Belum ada tanggung jawab yang menyeluruh diberbagai lapisan masyarakat
    8. Belum adanya SISTEM yang tepat, kembali lagi semua masih ribut masalah POLITIK ( seperti bank century, dan kampanye ) sehingga terlalu sibuk melakukan pencitraan politik kembali, jadi mereka tidak bisa membuat sistem.
    9. Sistem yang ada TIDAK EFISIEN.
    10. Peraturan dan kebijakan yang ada banyak yg masih mengikuti asing biar dibilang maju, tapi mereka tidak sadar ciri khas masyarakat Indonesia, seharusnya kita yang kreatif dan bertanggung jawab yang memimpin bangsa ini, bukan sekdar kaum intelektual sajaaaa....

    Sejenak saya sempat berfikir untuk merubah impian terbesar saya untuk membangun maskapai terbesar dgn flag carrier Indonesia, merubah untuk menjadi membangun negara ini. Ini masih terus menjadi pertanyaan. semoga saya bisa menemukan jawabannya.!

    GENERASI MUDA INDONESIA, MENJADIKAN NEGARA KITA HEBAT ADALAH SEBUAH MIMPI YANG BESAR DAN SANGAT BESAR JIKA INI HANYA DITOPANG OLEH SATU ATAU SEGELINTIR ORANG, TETAPI SANGAT KECIL JIKA KITA SEMUA MAU MENOPANGNYA, KITA 200 JUTA PENDUDUK INDONESIA DENGAN 400 JUTA TANGAN KITA, AKAN MAMPU MENGGAPAI MIMPI BESAR ITU. 


    SIAPA LAGI KALAU BUKAN KITA YANG MENGGAPAI MIMPI ITU?

    Sonntag, 22. November 2009

    Ujian Nasional 2010

    UN 2010 sudah ditetapkan tanggal mainnya. Maret 2010. dipercepat, dengan alasan2 yg aneh2. hahahha dasar pemerintah edan, 2009 UN dipercepat dgn alasan PEMILU. skrg dipercepat karena menilai pelajaran sekolah selesai bulah FEBRUARI. Dasar menteri2 gak pernah sekolah, gak pernah mengerti apa saja yg harus dilakukan.

    REMEDIAL UN, baik untuk mengurangi dampak stress pelajar dalam menghadapi UN, tapi yg menjadi pertanyaan adalah tujuan dilaksanakan ujian kan untuk memberikan hak lulus kepada siswa yg layak. remedial seakan2 menjadi ajang untuk menaikan rating kelulusan.

    Selain itu UN 2010 melakukan sebuah variasi besar.,. yaitu di pasal 14 yg menyatakan SISWA DALAM SATU SEKOLAH BERADA DI GEDUNG SEKOLAH BERBEDA, DAN TIDAK SEKELAS DGN TEMAN2NYA. KALO SEKELAS KALI CUMA BEBERAPA.

    Nah ini menjadi polemik bagi psikologis siswa  yaitu :
    1. Siswa belum terbiasa dgn tempat baru, ada nuansa tidak nyaman.
    2. Siswa baru belum terbiasa dengan gangguan lingkungan sekitar ( bau menyengat dari kali, suara bising rel kereta api, dll )
    3. Biaya sekolah yg selama ini dibayar untuk fasilitas pada saat ujian nanti tidak bisa dinikmati siswa.
    4. Keadaan sosial kelas yg di mana beretemu dgn org2 asing, yg di mana saat2 terakhir berjuang bersama dinikmati secara bersama ( INGAT BUKAN KERJASAMA! )

    memang alasan mengacak siswa2 untuk mengurangi kecurangan, tapi kami sekolah yg TIDAK BERTINDAK CURANG selama UJIAN  NASIONAL kenapa harus jadi korban? kenapa tidak sekolah2 negeri / swasta yg memiliki potensi kecurangan tinggi?

    INGAT UJIAN NASIONAL BUKAN AJANG COBA-COBA, BUKAN UNTUK EKSPERIMEN. MENTERI BODONG....

    KAMI MEMANG PELAJAR
    KAMI TIDAK PUNYA KEKUATAN
    KAMI TUNDUK DIKETEKMU
    KAMI HANYA BERSERAGAM

    KAU BOLEH BERMAIN ATAS KAMI
    BOLEH BEROBYEK ATAS KAMI
    MENGGALI KEKAYAAN ATAS KAMI
    KORUP DIATAS PELUH KAMI

    JANGAN COBA-COBA
    COBA-COBA MENGGILAS KAMI
    JANGAN SAMPAI DENDAM DI BENAK KAMI
    KARENA KAMI AKAN MELINDASMU KELAK

    ANDAI KAMI BISA TURUN KE JALAN
    ANDAI KAMI TIDAK TERIKAT OLEH PUTUSAN MU
    ANDAI KAMI BISA BERTERIAK KE GEDUNG 2 JENDOL ITU
    KAMI TIDAK SEPERTI INI.

    Dienstag, 22. September 2009

    Raden Roro Jakarta

    Dari kejauhan aku melihat dia
    Raden Roro, wanita yang berparas biasa
    Tak ada yang menarik dari tubuhnya
    Sorot mata yang datar lurus kedepan

    Siapa bilang tak menarik?
    Dia menarik, teman wanita ku mengatakannya
    Putar 90 derajat! Dan kau melihatnya!
    Aku pun tak menyadarinya

    Ku korek korek Roro itu
    Ada batu keras dalam tubuhnya
    Mengeras karena sayatan luka
    Luka membekas karena cinta lama

    Ohhh gadis kenapa kau mendera itu!
    Tak pantas buaya itu menjilati kau!
    Tapi aku senang dengan itu
    Itu membuatmu kuat! aku suka itu

    Kadang aku membayangkan
    Di depan mataku ada gadis kecil itu
    Ya Raden Roro itu
    Duduk di depan dermaga termenung melihat lautan

    Aghh hayalan palsu!

    Hati ini terus bertanya
    Benakku terus meronta
    Mempertanyakan keberadaan dia
    Keberadaan dia dalam hidupku. Pergi atau datang.

    Freitag, 18. September 2009

    Feodal sederhana

    Baru tadi pagi iseng - iseng membaca buku PANGGIL AKU KARTINI SAJA lagi, melanjutkan setelah beberapa minggu belum sempat


    Di buku itu ada bagian yang menuliskan


    "Menurut paham zaman modern dewasa ini, zaman yang sudah diresapi semangat demokrasi, tata hiduo " feodalisme yang sakit" itu tidak lain daripada IMPERIALISME PRIBUMI yang hidup di dalam masyarakatnya sendiri .........
    Melalui kaum feodal, dalam tata hidup feodalisme, Rakyat Pribumi diperintah oleh penjajah, sehingga penjajah itu sendiri tidak harus bekerja payah."

    Sederhananya diambil dari kutipan itu, masyarakat dulu dan sekarang yang ada di Indonesia tidak bisa seutuhnya lepas dari gaya hidup feodal. Kenapa gw menyebutkan itu seperti gaya hidup. Adanya pembantu, kuli-kuli, dan babu babu yang diperintah seenaknya itu terkadang masih ada dalam masyarakat kita. Menjadi sebuah gaya hidup, krn seakan2 masyarakat kita membutuhkan pembantu itu, walau sang ibu meganggur di rumah yang tidak begitu besar. Tetangga gue seperti itu.


    Adat istiadat Jawa tidak seutuhnya baik, adat jawa itu masih memegang teguh pemikiran2 feodal yang di mana  membatasi anak gadis nya. WANITA TIDAK DAPAT SEJAJAR DENGAN PRIA . Itu yang ada dalam adat jawa dalam buku itu, dan gw yakini segelintir atau lebih orang jawa masih memegang teguh itu.

    Mungkin gw gak bisa menulis banyak mengenai feodalisme yang dialami wanita khususnya jawa, sebab gw bukan wanita.

    Yang gue lihat adalah budaya feodal sekecil apapun harus sesegera mungkin kita tinggalkan, budaya atasan bawahan harus dihapuskan. Yang harus lahir adalah manusia dan manusia bukan atas dan bawah.  Penjajah ( Belanda, Inggirs, Portugis, Perancis ) dapat menguasai Hindia ( Indonesia ) dikarenakan budaya feodal yang kental. Itu yang membuat bangsa kita terpuruk...

    " EMANSIPASI BISA DIPERJUANGKAN OLEH WANITA, TETAPI JAUH LEBIH BAIK JIKA KAUM PRIA MENDUKUNG  EMANSIPASI ITU"